Open Access
Issue
BIO Web Conf.
Volume 33, 2021
The 1st International Conference of Advanced Veterinary Science and Technologies for Sustainable Development (ICAVESS 2021)
Article Number 07005
Number of page(s) 12
Section Zoonosis, Emerging Disease, and Transboundary Animal Disease
DOI https://doi.org/10.1051/bioconf/20213307005
Published online 23 August 2021
  • UF, Achmadi HH. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. JManaj Pelayanan Kesehat. 2008;11 (02):72–6. [Google Scholar]
  • Arsin AA. Malaria di Indonesia. 2012. x+199. [Google Scholar]
  • Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Buku Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012. Jawa Tengah; 2013. [Google Scholar]
  • Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013. Jawa Tengah; 2014. [Google Scholar]
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Profil Kesehatan Kabupaten Pati Tahun 2015. 2016. [Google Scholar]
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Profil Kesehatan Kabupaten Magelang Tahun 2015. 2016. [Google Scholar]
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo. Profil Kesehatan Kabupaten Purworejo Tahun 2015. 2016. [Google Scholar]
  • Friaraiyatini. Pengaruh Lingkungan dan Perilaku Masyarakat terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Surabaya; 2005. [Google Scholar]
  • Hasyim H, Camelia A, Alam NF. Determinan kejadian malaria di wilayah endemis. Kesehat Masy Nas. 2014;8(7):291–4. [Google Scholar]
  • Ditjen P2PL. Buku Saku Menuju Eliminasi Malaria. DitJend P2PL, editor. Jakarta, Indonesia: Kemenkes RI; 2011. 30 p. [Google Scholar]
  • Roosihermiatie B, Rukmini D. Analisis Implementasi Kebijakan Eliminasi Malaria Di Provinsi Bali. Bul Penelit Sist Kesehat. 2012;15(2):143–53. [Google Scholar]
  • Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. InfoDatin Malaria. Jakarta, Indonesia; 2016. [Google Scholar]
  • Lestari TRP. Pengendalian Malaria dalam Upaya Percepatan Pencapaian Target Millennium Development Goals. J Kesehat Masy Nas. 2012;07(1):22–30. [Google Scholar]
  • Kazwaini M MF. Hubungan Sebaran Habitat Perkembangbiakan Vektor Dengan Kejadian Malaria Di Daerah High Incidence Area (Hia) Kabupaten LombokTengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bul Penelit Kesehat. 2015;43(1):23–34. [Google Scholar]
  • Balai Besar Penelitian Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit S. Laporan Provinsi Jawa tengah Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit. Salatiga, Indonesia; 2015. [Google Scholar]
  • Munawar A. Faktor-faktor risiko kejadian malaria di Desa Sigeblog Wilayah Puskesmas Banjarmangu I Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro, Semarang; 2005. [Google Scholar]
  • Nurmaladewi. Hubungan Faktor Lingkungan dan Faktor Sosial Budaya dengan kejadian malaria di wilayah kerja Kabawa Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; [Google Scholar]
  • Gerrits A IS. Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Ohiojang Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; [Google Scholar]
  • Lestari EW, Sukowati S, Soekidjo WR. Vektor Malaria Di Daerah Bukit Menoreh, Purworejo, Jawa Tengah. Media Litbang Kesehat. 2007. p. 30–35. [Google Scholar]
  • Sukowati S S. Habitat perkembangbiakan dan aktifitas menggigit nyamuk Anopheles sundaicus dan Anopheles subpictus di Purworejo Jawa Tengah. JEkol Kesehat. 2009;8 (1):915–25. [Google Scholar]
  • Widiarti, Damar TB, Barodji M. Uji Kerentanan Anopheles aconitus danAnopheles maculatus terhadap insektisida sintetik pyrethroid di Jawa Tengah dan DIY. J Ekol Kesehat. 2005;4:227–32. [Google Scholar]
  • Widyastuti U. Inkriminasi Vektor Malaria dan Identifikasi Pakan Darah pada Nyamuk Anopheles spp. di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. JVektor Penyakit. 2013;5(1):18–27. [Google Scholar]
  • Organization WH. Malaria elimination: a field manual for low and moderateendemic countries. Geneva; 2007. [Google Scholar]
  • Roll Back Malaria. World Malaria Day 2010: Africa update. Progress & Impact Series. Geneva; 2010. [Google Scholar]
  • Hill J Lines J RM. Insecticide-treated nets. Adv Parasitol. 2006;61:77–128. [PubMed] [Google Scholar]
  • Zain M. Jambulingam P. Global insecticide use for vector-borne disease control. 2007. [Google Scholar]
  • Resiany Nababan SRU. Faktor lingkungan dan malaria yang memengaruhi kasus malaria di daerah endemis tertinggi di Jawa Tengah: analisis sistem informasi geografis. J Community Med Public Heal. 2018;34 (no.1):11–8. [Google Scholar]
  • Shinta, S. Sukowati, Pradana A M. Beberapa aspek perilaku Anopheles maculatus Theobald di Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bull Penelit Kesehat. 2013;43 (3):131–41. [Google Scholar]
  • Purworejo DK. Profil Kesehatan Kabupaten Purworejo tahun 2014. Jawa Tengah; 2014. [Google Scholar]
  • Progo DKKK. Profil Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Yogyakarta, Indonesia; 2008. [Google Scholar]
  • Solikhah. Pola penyebaran penyakit malaria di Kecamatan Kokap KabupatenKulon Progo DIY Tahun 2009. Bul Penelit Sist Kesehat. 2012;15 (3) Jul:213–22. [Google Scholar]
  • Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 374/Menkes/Per/III/2010 Tentang Pengendalian Vektor. Indonesia: Kementerian Kesehatan; 2010. [Google Scholar]
  • Puspaningrum DT, Rahardjo M N. Analisis spasial pengaruh faktor lingkungan terhadap persebaran kasus malaria di Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. J Kesehat Masy. 2016;4(4):882–891. [Google Scholar]

Current usage metrics show cumulative count of Article Views (full-text article views including HTML views, PDF and ePub downloads, according to the available data) and Abstracts Views on Vision4Press platform.

Data correspond to usage on the plateform after 2015. The current usage metrics is available 48-96 hours after online publication and is updated daily on week days.

Initial download of the metrics may take a while.